Workshop Web Development gratis di Surabaya
Mau berkarir di dunia web development? atau sekedar menyalurkan hobi ? kebetulan di Surabaya akan segera diadakan workshop singkat yang terdiri dari kelas web design dan web programming. Tidak dipungut biaya untuk mengikuti workshop yang rencananya akan diadakan di THR mulai tanggal 22 Juli 2009.
Saya sendiri Insya Allah akan kesana kepengen silaturahmi dengan rekan2 yang lain
. Keterangan detail bisa dilihat infonya di web PHPUG
Sekilas Web Accessibility
Saat ini web accessibility menjadi salah satu topik yang hangat di dunia web development. Hal ini terjadi karena sudah banyak negara-negara terutama di eropa yang mengadopsi undang-undang yang mengatur web accessibility. Tapi mengapa web accessibility dianggap sedemikian penting sehingga perlu adanya aturan-aturan dan sejauh mana aturan-aturan web accessibility tersebut, atau bahkan apa sebenernya definisi web accessibility.
Sejarah DOCTYPE switch
Penggunaan deklarasi DOCTYPE didalam sebuah dokumen html menandakan jenis dokumen tersebut dan bagaimana sebuah browser me-render output berupa halaman kepada user. Penggunaan DOCTYPE switch membuat halaman website kita bisa dapat berjalan di dua mode yaitu standard mode dan quirk mode tergantung dari jenis browser yang digunakan (kecuali IE 6 yg menambahkan tag xml utk dapat berjalan di quirk mode). Tapi tahukah anda kapan pertama kali ide penggunaan DOCTYPE switch dicetus ? adalah seorang yang bernama Todd Fahrner di tahun 1998 yg mencetuskan ide ini pertama kali.
Dia juga yang memiliki alasan betapa banyaknya website yang menggunakan table-based untuk melayout halaman, sehingga penggunaan DOCTYPE switch menjadi solusi pada saat itu. Saya juga baru tau kalo ide tableless design utamanya memiliki standard W3C udah ada semenjak tahun 1998
Full height column. CSS & jQuery
Salah satu kelemahan menggunakan div adalah menyamakan tinggi beberapa div untuk kolom serta membuat div tersebut expandable mengikuti tinggi window. Liat screenshot berikut:

Secara default tinggi div kolom berbeda-beda mengikuti isi dari div tersebut. Belum lagi jika tinggi dari div kurang dari ukuran window browser sehingga footer tampak seperti melayang diatas. Ada beberapa teknik tertentu untuk membuat tinggi kolom tampak sama antara lain menggunakan cara faux column. Kali ini kita akan membuat agar semua kolom mempunyai tinggi sama dan jika kurang dari tinggi window browser maka secara otomatis akan menyamakan-nya. Yg kita perlukan adalah jQuery, plugin equalizeCols dan sedikit teknik css. Hasil akhir akan seperti ini:

jQuery zebra list
Akhir-akhir ini lagi seneng2nya utak-atik jQuery. Penggunaan yg simpel dan mudah membuat banyak orang yg awam di javascript terutama DOM seperti web designer atau hobbyist seperti saya menyukainya. Contoh berikut memperlihatkan bagaimana membuat zebra list dengan mudah dan cepat menggunakan jQuery, unordered list dan sedikit CSS, contoh script diambil dari tutorial di 15 days of jQuery
