Perang itupun dimulai lagi. Kali ini susah untuk menentukan siapa pemenangnya karena masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Yang menarik disini adalah firefox sebagai satu-satunya browser berlisensi open-source, bandingkan dengan kompetitor utama seperti Opera, Internet Explorer dan Safari yang dibackup oleh vendor komersial. Berikut info sekilas mengenai ke-empat browser yang menguasai dunia per-browser-an
Firefox 3
Rilis final-nya baru saja dirilis kemarin. Yang paling saya rasakan perbedaan-nya adalah kecepatan serta performa yang lebih cepat dari versi 2. Firefox 2 memang mengalami masalah konsumsi memory yang besar sehinga saya lebih sering menggunakan opera kecuali pada saat debugging sebuah web. Buat pengguna firefox 2 yang mengalami masalah memory, silahkan coba firefox 3 dan rasakan apakah ada perbedaan di sisi kecepatan.
Opera 9.5
Tidak mau kalah, Opera baru saja meluncurkan versi terbaru 9.5. Dari sisi kecepatan saya tidak merasakan perbedaan dari versi sebelumnya. Hanya perubahan tampilan saja. Namun demikian ada satu fitur pamungkas di opera 9.5 yaitu DragonFly, sebuah plugin mirip firebug di firefox yang sangat berguna bagi web developer utk melakukan debugging.
Internet Explorer 8 Beta
Saya belum sempet nyobain dan tidak terlalu berminat. Dari yang saya baca sih, katanya lebih cepat secara performa dibanding IE 7… you tell me
Safari 3.1.1
Saya relatif jarang menggunakan Safari 3.1.1 kecuali pada saat melihat tampilan sebuah desain ketika mengedit CSS atau HTML. Sejauh ini tidak pernah mengalami masalah, kecuali startup yang relatif lebih lama, namun ketika membuka website lumayan cepet.
jadi seperti biasa, apapun browsernya, yang penting tergantung penggunaan dan fungsi yang ingin dipake. Jika tidak suka menginstall, bisa menggunakan versi portabel dari firefox atau opera yang cukup dijalankan dari flashdisk. YMMV






Opera 9.5 tampilannya bagus bgt..sangar :D, tp sayang di PC saya entah kenapa kl sedang d/l dan ditinggal sekitar 30 menit Opera 9.5 saya hampir selalu hang dan ketika buka Opera lg, file2 yg sedang didownload tidak ada di dalam list Transfer managernya Opera..jadi harus d/l ulang deh
so, the winner is?
ga tau kenapa firebug di ff3 jadi aneh banget, ga keliatan outline kl nge-inspect. can’t live with that blue and yellow lines

jadi sampe firebug keluar versi stabil baru, I will live with ff2
Hmm patut dicoba nih semuanya
https://addons.mozilla.org/en-US/firefox/addon/1843 <–firebug utk ff3 udah ada nih
masih suka pake opera buat browsing..
dan flickring pake FF
The amazing of Safari is = membuat semua warna terlihat jauh lebih indah.. hebat euy.
Hanya saya sbgai designer masih memilih firefox untuk brwoser utama karena so far paling banyak dipakai user dan paling disiplin dengan W3C.
IE so far paling ancur… entah ni IE8 blom nyoba
Opera.. bersaing ketat dengan Firefox, mungkin pluginnya kali musti diperkaya lagi.
kl mnrt tes acid 2 (css test):
firefox 3.0 (disingkat fx, bukan ff) lbh rapi dibanding opera 9.5
kl di tes acid 3 (javascript test):
fx 3.0 skornya 71, opera 9.5 skornya 83
kl pake dromaeo (javascript test-nya mozilla):
fx 3.0 rata2 di bwh 5000ms, opera 9.5 di atas 5000ms
kl tes javascript lain2nya.. :
opera 9.5 selalu unggul
jd memang mending pake keduanya..
dan berharap ie makin tobat (mengikuti standar defacto rekomendasi w3c)
laporan kopdar balinux-nya gemana mas adi..?
Sy pilih fire fox 3 donk..dari awal emang pake fire fox..kl IE…gak suka,pa lagi buka situs dengan full css,sometime jadi kacau… hidu si Rubah Api….
semakin baru browsernya semakin sedikit harus debugging & hacking CSS hehe tp meski FX berkuasa, para pengguna internet masih banyak yang menggunakan IE7 & IE6 jadi ngga boleh di kesampingkan, malah opera jauh tertinggal http://www.w3schools.com/browsers/browsers_stats.asp
Yup, saya suka ama Firefox, sekarang pake versi 3.0.1 free dan open source..
ralat:
utk tes acid2 (post-revision), opera 9.51 lbh terlihat sesuai referensi yg dianjurkan dibanding fx 3.0.1 (terutama dot/bag tepi wajah dekat bibir)