Skip to content

Figur bapak

Setelah berjuang melawan kanker selama kurang lebih 4 bulan, bapak saya meninggal pada hari kamis 20 maret 2008 bertepatan peringatan maulud Nabi. Beliau meninggal dengan tenang seperti orang yang sedang tertidur, didampingi ibu saya. Figur bapak bagi saya adalah sosok yang sederhana dan apa adanya. Ada beberapa tauladan dari bapak yang menjadi inspirasi bagi saya.

Pertama adalah cinta beliau yang sangat tinggi terhadap istri dan anak-anaknya. Apapun dilakukan demi istri dan kelima anak-nya, bahkan saya merasa beliau terlalu memanjakan keluarganya sedemikian rupa. Namun demikian beliau tidak pilih kasih terhadap anak-anaknya, saya sebagai anak bungsu diperlakukan sama dengan kakak-kakak saya.

Kedua adalah kejujuran dalam bekerja. Beliau adalah pekerja keras yang bekerja di pelaksana bangunan. Sering di setiap proyek-proyek bangunan, ada beberapa kelebihan bahan yang sebenarnya bisa saja diambil. Namun bapak saya dengan halus menolak dan menyerahkan sisa-sisa bahan proyek untuk diuangkan dan dibagikan kepada pekerja2 lain. Beliau tidak ingin memberi nafkah keluarga dari rejeki yang tidak jelas kehalalan-nya.

Ketiga adalah semangat hidup. Sampai pada akhir hayat, beliau memiliki semangat hidup dan daya juang yang tinggi. Tidak ada pikiran untuk menyerah, walaupun usianya yang sudah sangat senja, beliau masih saja tegar bertahan walaupun dalam kondisi sakit yang diakibatkan oleh kanker.

Kecintaan terhadap keluarga, kejujuran serta semangat hidup beliau menjadi inspiarsi dan tauladan bagi saya dan saya akan terus mencoba menerapkan prinsip-prinsip beliau.

Inna lillahi wa inna ilaihi rojiun – sesungguhnya kami milik Allah, dan kepadaNya kami akan kembali

  • Share/Save/Bookmark

Categories: Jurnal Pribadi.

Tags:

Comment Feed

No Responses (yet)



Some HTML is OK

or, reply to this post via trackback.