Prism, web application di desktop

Mozilla Prism

Perlahan tapi pasti client side application mulai ditinggalkan dan digantikan oleh web application. Trend web application saat ini semakin berkembang dengan cepat yang diakibatkan oleh beberapa faktor utama yaitu akses internet yang semakin cepat (indonesia perkecualian :) ) serta pergerakan pengguna yang semakin mobile. Web application menawarkan kemudahan pemakaian dari mana saja dan dimana saja, sebut saja google office, dan masih banyak lagi.

Namun demikian web application masih tergantung oleh adanya web browser interface. dibatasi oleh tombol, back, front dan reload. Prism, yang dikembangkan oleh Mozilla lab menjawab tantangan itu. Prism membungkus web application seperti layaknya desktop application, tanpa tergantung dari browser.

Mungkin kita masih ingat bagaimana web developer mencoba untuk membuat sebuah web application agar mirip dengan desktop application menggunakan chromeless window yang menghilangkan taskbar sehingga tampak seperti aplikasi stand-alone. Dengan prism, kita cukup menunjuk URL web application, membuat shortcut dan icon di desktop, jadilah sebuah desktop application, tanpa harus merubah apapun di web application yang kita buat. Prism menggunakan engine mozilla sehingga bisa di extend dan menginstall addon tambahan layaknya browser firefox.

Untuk kedepan-nya, Prism akan didevelop agar mensupport fitur-fitur yang semakin mirip dengan desktop application seperti offline storage dan file caching. Beberapa vendor besar sebut saja Adobe juga telah merilis aplikasi yang mirip yaitu Adobe Air, namun tetap saja, prism menjadi salah satu aplikasi berlisensi open-source yang menjanjikan.

About Adi Setiawan

web developer, @startupbali initiator, ubuntu user, proud father. Living in-between space

16. February 2008 by Adi Setiawan
Categories: Technology, Website Development | Tags: , , , | 3 comments

Leave a Reply

Required fields are marked *

*