di Banda Aceh

menara mesjid raya banda aceh

Walaupun cuman 2 malam 3 hari, tapi cukup bagi saya untuk mengetahui sekilas mengenai banda aceh. Sebuah kota yg relatif kecil dan menjadi ‘terkenal’ setelah terjadinya bencana tsunami sekitar 2 tahun yang lalu.

Perjalanan ke aceh dari denpasar melalui 2 kali transit, di jakarta dan di medan. Dari denpasar sekitars pukul 11.30wita, tiba di banda aceh sekitar pukul 17.00wib. Tiba di bandara, saya langsung dijemput oleh bang Iwan, driver GTZ. Perjalanan dari bandara ke hotel memerlukan waktu kurang lebih 20 menit, karena hari minggu, jadi jalanan cukup lengang. Kata bang Iwan, banda aceh yg dulunya cukup lengang, saat ini relatif padat dan macet setelah terjadinya tsunami. Mungkin disebabkan oleh banyaknya aktifitas kendaran dari ratusan NGO yg ada. Kalo sekilas, ada kemiripan antara di bali dan di banda aceh, sama2 banyak bulenya walalupun bali masih jauh lebih banyak :)

Selama di perjalanan ke hotel bang iwan bercerita bahwa istri dan anaknya yg waktu itu berusia 4 bulan menjadi salah satu korban dimana jasadnya belum ditemukan sampai saat ini. Dia selamat karena waktu itu berada di medan. Kami juga sempat melintasi pemakaman masal di pinggiran kota sebelum lambaro. Sampai di hotel malam itu praktis saya hanya beristirahat dan sempet makan malam mencoba hidangan asam keueng ikan di restoran hotel sulthan tempat saya menginap.

kantor NGO GTZ di banda aceh

Esok pagi tgl 5 februari, mulai mempersiapkan diri utk bertemu client siang hari yaitu GTZ, NGO kerjasama jerman dan indonesia. Selesai sore, saya langsung menyempatkan waktu utk keliling jalan-jalan di sekitar mesjid raya banda aceh, sekaligus belanja beberapa jajanan. Malamnya sempet makan di A&W. Apakah perasaan saya atau memang benar, harga makanan dan barang relatif jauh lebih mahal dibanding di pulau jawa (jelas aja!).

Esok pagi jam 9, saya sudah dijemput untuk menuju bandara. Walaupun singkat, tapi perjalanan ke banda aceh cukup menjadi pengalaman yg berarti bagi saya. Bisa melihat wanita2 asli aceh *nengok ke istri*, melihat ramenya suasana kota, dan mendengar sedikit cerita sedih tragedi tsunami..

ps: sewaktu transit di jakarta, jelas terlihat dari atas kondisi kota jakarta yg banjir. ketik c spasi d capee dee

8 Responses to “di Banda Aceh”


  1. 1 saylow

    Mana oleh2x nyah?!*&(&^&*^$&*%(^(

  2. 2 adisetiawan

    ada neh, ikan cucut..mau??

  3. 3 didats

    mas, di kuwait banyak orang arab loh… :P
    *gag penting*

    coba tolong itu poto2 cewek asli acehnya di aplot…
    jangan cuma bisa bilang ngelirik2 cewek sana…
    masa yg diaplot poto mesjit..
    disini juga banyak mas…
    hihihi…
    *kabur*

  4. 4 adisetiawan

    [quote comment="101"]
    hihihi…
    *kabur*[/quote]

    *tendang didats*

  5. 5 abe

    Owh, laen kali kalau maen ke Banda Aceh sms saya ajah!
    Niwe, salam kenal yah Adi!

  6. 6 adisetiawan

    [quote comment="122"]Owh, laen kali kalau maen ke Banda Aceh sms saya ajah!
    Niwe, salam kenal yah Adi![/quote]

    siapp!! salam nal juga!

  7. 7 dalil

    Mas…
    Minta video lhoknga donk…

    biasanya neh ;
    ada yang penasaran… :)

    yuuu
    please ya ….
    kalo punya pengalaman enak bagi2 donk :)

  8. 8 bucex

    wah parah lo. bakalan kena uu perlindungan anak lo menyeberluaskan tindak kekerasan sexual anak

    heheheh
    peace broo

Leave a Reply




It seems you're using an unsafe, out-of-date browser. Click here to upgrade to Firefox for free. X