Berhubung semakin banyaknya project di kantor yg ingin menggunakan Drupal sebagai backend CMS-nya, walhasil, bu Nalisa menginginkan saya utk sedikit belajar dan ngoprek mahluk yg namanya Drupal. Walaupun saya bagian dari core dev.nya Mambo bukan berarti gak boleh belajar CMS yg lain kan!
. Khusus utk ini, bu Nalisa mendatangkan rekan dari bandung Yanto yg emang expert di Drupal utk men-training saya sendiri. *senangnya*
Kesan Pertama
membingungkan dan gak user friendly. menu2 navigasi utk mengelola konten dan administrasi gak begitu jelas sehingga mudah tersesat. Untungnya ada Yanto yg siap menerangkan fungsi masing2 menu sehingga memudahkan saya memahami konsep navigasi di drupal. Pelajaran berlanjut ke pemahaman struktur konten, dimana drupal menggunakan konsep taxonomy yg sangat flekzibel dan powerfull serta konsep node, dimana setiap node dapat berupa pages, stories, blog item, files, atau apapun yg berhubungan dgn konten itu sendiri.
Drupal Pros
Drupal sangat cocok dan tepat digunakan utk situs2 yang mengandalkan konten sebagai nilai jual dan pengelompokan artikel yg komplek, seperti situs portal berita, artikel, knowledgebase, kolaborasi, dsb. Kelebihan drupal terlihat dari mudahnya kita mengelola dan mengklasifikasi konten, mensetup ACL serta banyaknya modul2 tambahan yg aktif dikembangkan. Terakhir, kekuatan drupal terletak pada komunitas yg aktif dan fanatik yg jelas terlihat dari aktifnya group, forum dan dokumentasi drupal.
Drupal Cons
Satu-satunya kelemahan drupal (yg saya liat) adalah tidak user friendly-nya administrasi sehingga cukup sulit bagi user yg masih awam dan gak familiar dengan CMS.
Pada akhirnya, semua tergantung dari penggunaan sistem yg tepat. Jadi, apapun CMS nya, minumnya teh manis aja..gak nyambung..
YMMV
By Dudayz 8 September 2009 - 09:20
Drupal itu bukannya lebih gampang dari joomla ya ??
By wahya 8 October 2009 - 21:44
sepertinya harus coba sekali – sekali nih Drupal. Belum pernah nyentuh sama sekali