Sekilas PHP bag. 2

PHP adalah bahasa intrepeter seperti Perl atau Python, bukan bahasa compiler seperti C atau Java. Oleh karena itu PHP sangat sesuai utk web programming karena ekskusi relatif cepat, struktur bahasa yang mudah dipahami, serta debugging yang lebih cepat. Kemampuan tersebut sangat berguna khususnya utk web programming yang memerlukan solusi cepat, mudah dibuat serta mudah untuk dikembangkan. PHP juga menyediakan ratusan built-in function yang siap digunakan dengan berbagai macam fungsi seperti fungsi pengolahan array, koneksi database, pengolahan string, filesystem, session, dsb. Hal ini semakin memudahkan programmer uantuk membuat sebuah aplikasi web yang cepat.

PHP sebagai server-side programming memiliki ciri-ciri umum yang sama dengan bahasa pemrogram lain (C, perl, python) namun juga memiliki ciri-ciri khusus.

Semicolons

Setiap statement atau expression diakhiri dengan semicolons

misal:

mysql_select_db($cnf['db']['name']) or die(mysql_error());

if (trim($value) == '') {
$this->_errorlist[] = $msg;
return FALSE;
} else {
return TRUE;
}

Comment

Seperti pada bahasa pemrograman lain, komentar satu baris dimana tiap baris diawali dengan dua slash //, atau suatu blok komentar dapat diawali dengan /* dan diakhiri dengan */

misal:

//apakah field kosong
//return TRUE jika tidak kosong

/*
membandingkan 2 field numeric
apakah lebih kecil atau
lebih besar
*/

Variables

PHP adalah bahasa loosely type, artinya kita dapat me inisiasi variable tanpa harus men-define tipe variabelnya. PHP akan secara otomatis men-cast tipe variabel secara real-time. variabel di PHP diawalai dengan tanda $

misal:


$myvar = 'ini string';
$myvar = 1;

perhatikan bahwa $myvar dapat berubah tipe dari tipe string ke integer tanpa harus merubah jenis variabel terlebih dahulu.

Variable Scoope

Ruang lingkup variabel di PHP tergantung pada konteks dimana dia diletakkan:
- Jika diletakkan di sebuah halaman script, maka lingkup variabel tersebut hanya utk di script tersebut, dan apabila script tersebut di includekan ke script lain, maka variabel tersebut otomatis juga akan berlaku di script yang meng include kan nya.

misal:
file1.php


$myvar = 2;
?>

file2.php

include('file1.php');
echo $myvar; // output 2
?>

- Jika variabel ditulis didalam suatu fungsi, maka lingkup variabel hanya ada di fungsi itu

misal:


$myvar = 3;

function contoh()
{
$myvar = 2;
}

echo $myvar; // output 3, bukan 2
?>

- Jika variabel ditulis didalam sebuah class maka lingkup variabel tersebut hanya ada di dalam class tersebut menggunakan operator ->

misal:


$myvar = 3;

class myclass
{
var $myvar = 2;
function printvar()
{
return $this->myvar; //variabel dari $myvar diatas
}
}

echo $myvar; //output 3 bukan 2
?>

Case Sensivity

nama variabel di PHP adalah case sensitive, $myvar tidak sama dengan $MyVar. Sedangkan nama fungsi tidak case-sensitive, artinya nama fungsi echo sama ECHO atau Echo

String Manipulation

di PHP untuk menuliskan kan tipe variabel string selalu diawali dan diakhiri dengan ‘ ‘, atau ” “. single quote digunakan jika tidak ada variabel dalam string yang ingin di parsing. gunakan doubel quote jika ingin memparsing variabel di dalam string tersebut

misal:

$mynum = 10;
$myvar = 'ini ada string yang ke $mynum'; // output: ini ada string yang ke $mynum
$myvar = "ini ada string yang ke $mynum"; // output: ini ada string yang ke 10
$myvar = 'ini ada string yang ke '.$mynum; // output: ini ada string yang ke 10

Demikian sekilas gambaran singkat mengenai PHP. Jika kamu tertarik lebih lanjut untuk mempelajari PHP, silahkan liat situs resmi PHP di http://php.net untuk mendownload PHP source code, dokumentasi dan masih banyak lagi.

About Adi Setiawan

web developer, @startupbali initiator, ubuntu user, proud father. Living in-between space

07. January 2007 by Adi Setiawan
Categories: PHP | 4 comments

Leave a Reply

Required fields are marked *

*